【Berita Global】 Tahun 2026 telah muncul sebagai masa keemasan bagi perdagangan luar negeri jasa desain arsitektur, didorong oleh meningkatnya permintaan infrastruktur global, kebijakan lintas batas yang dioptimalkan, dan teknologi digital canggih, dengan skala pasar global diperkirakan mencapai $390,12 miliar pada tahun ini, menurut riset industri. Transformasi ini menunjukkan partisipasi aktif dari perusahaan-perusahaan desain di seluruh dunia, dengan Asia-Pasifik menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat dan Tiongkok, UE, dan kawasan lain memimpin perluasan layanan lintas batas.
Kebijakan perdagangan lintas batas yang menguntungkan telah meletakkan dasar yang kuat bagi lonjakan ini. Implementasi mendalam dari perjanjian regional seperti RCEP memungkinkan perusahaan desain Tiongkok untuk menyediakan layanan desain arsitektur lintas batas ke negara-negara ASEAN seperti Indonesia dan Vietnam tanpa mendirikan entitas lokal, sehingga sangat mengurangi biaya masuk pasar. Sementara itu, Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) semakin meningkatkan kerja sama, dengan semakin banyaknya proyek desain yang diluncurkan di pasar negara berkembang seperti Asia Tengah dan Afrika.
Meningkatnya permintaan infrastruktur di negara-negara berkembang adalah pendorong utama hal ini. Negara-negara di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika mempercepat urbanisasi, menciptakan permintaan besar terhadap jasa desain arsitektur yang mencakup transportasi, bangunan umum, dan kompleks perumahan. Misalnya, Biro Teknik Keenam Konstruksi Negara Tiongkok telah memperluas bisnisnya ke 17 negara mitra Belt and Road, dengan nilai kontrak baru tahunan di luar negeri melebihi 10 miliar yuan selama tujuh tahun berturut-turut, melaksanakan proyek-proyek penting seperti Astana Light Rail di Kazakhstan dan proyek jembatan di Brunei.
Teknologi digital dan ramah lingkungan telah menjadi faktor pendukung utama. Penerapan luas teknologi BIM dan desain yang dibantu AI telah meningkatkan efisiensi layanan lintas batas, sementara permintaan global akan bangunan ramah lingkungan dan rendah karbon telah mendorong perusahaan desain untuk fokus pada solusi berkelanjutan. Data menunjukkan bahwa lingkungan terintegrasi BIM Level 3+ diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 6,29% hingga tahun 2031, dan desain bangunan ramah lingkungan telah menjadi keunggulan kompetitif inti bagi perusahaan lintas batas.
Orang dalam industri mencatat bahwa masa keemasan perdagangan luar negeri desain arsitektur tidak hanya merupakan hasil dari permintaan pasar tetapi juga merupakan cerminan dari peningkatan industri global. Meskipun Amerika Utara tetap menjadi pasar terbesar, kawasan Asia-Pasifik mengalami pertumbuhan yang pesat, dan perusahaan desain semakin fokus pada adaptasi lokal dan layanan konsultasi siklus penuh untuk meraih peluang. Dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan dan inovasi teknologi, tahun 2026 akan menjadi tahun penting bagi ekspansi global layanan desain arsitektur.
